Mengenai Saya
- Addien Sjafar Qurnia
- Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
- Hidup adalah metamorfosis. Didalamnya terdapat proses, perjuangan dan pengorbanan.....
Selasa, Mei 04, 2010
Dialog Keping Hati
Disatu waktu lewat tengah malam. Saat hari masih terbelenggu kelam. Saat berkas cahaya tak mampu menghalau kepekatan. Saat gemintang masih terbuai dalam lelap.
Terdengar pembicaraan batin diantara lelah. Samar tertangkap suara hati yang bercerita disela gundah. Mereka memuntahkan resah, mengklaim kehidupan, menggugat kekalutan, mempertanyakan keadilan. Ahh…, sifat dasar manusia. Menuntut, menuntut dan menuntut. Tanpa pernah merasa kecukupan, tanpa pernah merasa kelimpahan, tanpa pernah merasa terpuaskan.
Seandainya semua hal terjadi sesuai keingininan. Jika semua kenyataan sesuai dengan harapan. Pabila semua berjalan sesempurna impian.
Lantas….
Dimana nikmatnya kehidupan?? Dimana indahnya perjuangan menghadapi cobaan?? Dimana lezatnya tersungkur dalam sujud berbalut kesyukuran??
Ahh…,
Alangkah indah kerikil yang menghalangi jalan…
Alangkah manis kelelahan dalam perjuangan…
Alangkah lezatnya menjemput asa dalam kelelahan…
Jika kita meyakini bahwa semua yang tercipta bukanlah untuk sebuah kesia-siaan…….*
Pontianak,240209
After midnight…..
* dikutip dari bukunya Hendra Vijaay, tapi judulnya lupa…
Terdengar pembicaraan batin diantara lelah. Samar tertangkap suara hati yang bercerita disela gundah. Mereka memuntahkan resah, mengklaim kehidupan, menggugat kekalutan, mempertanyakan keadilan. Ahh…, sifat dasar manusia. Menuntut, menuntut dan menuntut. Tanpa pernah merasa kecukupan, tanpa pernah merasa kelimpahan, tanpa pernah merasa terpuaskan.
Seandainya semua hal terjadi sesuai keingininan. Jika semua kenyataan sesuai dengan harapan. Pabila semua berjalan sesempurna impian.
Lantas….
Dimana nikmatnya kehidupan?? Dimana indahnya perjuangan menghadapi cobaan?? Dimana lezatnya tersungkur dalam sujud berbalut kesyukuran??
Ahh…,
Alangkah indah kerikil yang menghalangi jalan…
Alangkah manis kelelahan dalam perjuangan…
Alangkah lezatnya menjemput asa dalam kelelahan…
Jika kita meyakini bahwa semua yang tercipta bukanlah untuk sebuah kesia-siaan…….*
Pontianak,240209
After midnight…..
* dikutip dari bukunya Hendra Vijaay, tapi judulnya lupa…
BENCILAH SEKADARNYA, CINTAILAH SEPERLUNYA
Benci dan cinta adalah dua hal yang berlawanan, namun kadang dua hal ini bisa saja saling bertukar posisi. Tergantung kondisi yang mempengaruhinya.
Benci yang berlebihan akan menimbulkan gelap mata. Sedang cinta yang berlebihanakan mengakibatkan kekecewaan. Karena itu, jika kita membenci sesuatu, jangan biarkan rasa benci itu menguasai hidup kita. Begitupun jika kita mencintai sesuatu, jangan biarkan sedikit saja kesalahan akan membuat kita membencinya. Karena cinta yang sesungguhnya, tak pernah menyimpan dendam dan selalu tulus memaafkan kesalahan sekalipun kesalahan itu terasa sangat besar dan menyakitkan.
Benci dan cinta bukanlah semata-mata kebebasan untuk memilih, namun mengandung konsekuensi yang mungkin akan segera menimpa kita. Kita tentu tidak ingin hati ini menjadi hitam legam lantaran benci dan cinta yang salah. Tapi, yang kita inginkan adalah kehidupan yang dihiasi oleh cinta dan benci yang memberi kebahagiaan dan rasa aman.
Oleh sebab itu, tatalah benci dan cinta, agar keduanya tidak membuat kita hancur dan binasa. Bencilah sesuatu yang harus dibenci dan cintailah sesuatu yang pantas dicintai...............................
By : Sulthan Hadi (Tarbawi, edisi 225, Rabiul Akhir 1431 H/ April 2010)
Benci yang berlebihan akan menimbulkan gelap mata. Sedang cinta yang berlebihanakan mengakibatkan kekecewaan. Karena itu, jika kita membenci sesuatu, jangan biarkan rasa benci itu menguasai hidup kita. Begitupun jika kita mencintai sesuatu, jangan biarkan sedikit saja kesalahan akan membuat kita membencinya. Karena cinta yang sesungguhnya, tak pernah menyimpan dendam dan selalu tulus memaafkan kesalahan sekalipun kesalahan itu terasa sangat besar dan menyakitkan.
Benci dan cinta bukanlah semata-mata kebebasan untuk memilih, namun mengandung konsekuensi yang mungkin akan segera menimpa kita. Kita tentu tidak ingin hati ini menjadi hitam legam lantaran benci dan cinta yang salah. Tapi, yang kita inginkan adalah kehidupan yang dihiasi oleh cinta dan benci yang memberi kebahagiaan dan rasa aman.
Oleh sebab itu, tatalah benci dan cinta, agar keduanya tidak membuat kita hancur dan binasa. Bencilah sesuatu yang harus dibenci dan cintailah sesuatu yang pantas dicintai...............................
By : Sulthan Hadi (Tarbawi, edisi 225, Rabiul Akhir 1431 H/ April 2010)
Langganan:
Komentar (Atom)