Mengenai Saya
- Addien Sjafar Qurnia
- Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
- Hidup adalah metamorfosis. Didalamnya terdapat proses, perjuangan dan pengorbanan.....
Minggu, Mei 16, 2010
CONFESSION OF MY BROKEN HEART (part 3)
Dia kembali menggoreskan luka tak terperi
Menghujam belati
Basahi nadi
Perih menggeliat
Memantul cermin perak mengilat
Bersenyawa dengan gumpalan caci
endapan benci
dan karat emosi
Aahhh
ku terluka lagi
Membusuk
dan berdarah tiada henti.........
Menghujam belati
Basahi nadi
Perih menggeliat
Memantul cermin perak mengilat
Bersenyawa dengan gumpalan caci
endapan benci
dan karat emosi
Aahhh
ku terluka lagi
Membusuk
dan berdarah tiada henti.........
Kamis, Mei 06, 2010
Ku Pecaya Akan JanjiMu
Ku percaya akan janji–Mu
Karena ku yakin…………...
Semua berada dalam genggaman–Mu
Tangis………..
Tawa…………
Isak…………..
Canda………..
Letih dan semangatku…
Telah tertulis dengan tinta emas
Dan terukir dalam pahatan kehidupanku
Ku percaya….
Seiring kesulitan yang Engkau hadirkan hari ini
Ada kemudahan yang menantiku esok hari
Ku yakin……
Engkau telah mempersiapkan cara terbaik
Untuk membuatku tersenyum
Setelah ini………
Aku percaya janji–Mu pasti
Wahai Dzat yang nyawaku berada dalam genggaman–Mu…………….
Karena ku yakin…………...
Semua berada dalam genggaman–Mu
Tangis………..
Tawa…………
Isak…………..
Canda………..
Letih dan semangatku…
Telah tertulis dengan tinta emas
Dan terukir dalam pahatan kehidupanku
Ku percaya….
Seiring kesulitan yang Engkau hadirkan hari ini
Ada kemudahan yang menantiku esok hari
Ku yakin……
Engkau telah mempersiapkan cara terbaik
Untuk membuatku tersenyum
Setelah ini………
Aku percaya janji–Mu pasti
Wahai Dzat yang nyawaku berada dalam genggaman–Mu…………….
Selasa, Mei 04, 2010
Dialog Keping Hati
Disatu waktu lewat tengah malam. Saat hari masih terbelenggu kelam. Saat berkas cahaya tak mampu menghalau kepekatan. Saat gemintang masih terbuai dalam lelap.
Terdengar pembicaraan batin diantara lelah. Samar tertangkap suara hati yang bercerita disela gundah. Mereka memuntahkan resah, mengklaim kehidupan, menggugat kekalutan, mempertanyakan keadilan. Ahh…, sifat dasar manusia. Menuntut, menuntut dan menuntut. Tanpa pernah merasa kecukupan, tanpa pernah merasa kelimpahan, tanpa pernah merasa terpuaskan.
Seandainya semua hal terjadi sesuai keingininan. Jika semua kenyataan sesuai dengan harapan. Pabila semua berjalan sesempurna impian.
Lantas….
Dimana nikmatnya kehidupan?? Dimana indahnya perjuangan menghadapi cobaan?? Dimana lezatnya tersungkur dalam sujud berbalut kesyukuran??
Ahh…,
Alangkah indah kerikil yang menghalangi jalan…
Alangkah manis kelelahan dalam perjuangan…
Alangkah lezatnya menjemput asa dalam kelelahan…
Jika kita meyakini bahwa semua yang tercipta bukanlah untuk sebuah kesia-siaan…….*
Pontianak,240209
After midnight…..
* dikutip dari bukunya Hendra Vijaay, tapi judulnya lupa…
Terdengar pembicaraan batin diantara lelah. Samar tertangkap suara hati yang bercerita disela gundah. Mereka memuntahkan resah, mengklaim kehidupan, menggugat kekalutan, mempertanyakan keadilan. Ahh…, sifat dasar manusia. Menuntut, menuntut dan menuntut. Tanpa pernah merasa kecukupan, tanpa pernah merasa kelimpahan, tanpa pernah merasa terpuaskan.
Seandainya semua hal terjadi sesuai keingininan. Jika semua kenyataan sesuai dengan harapan. Pabila semua berjalan sesempurna impian.
Lantas….
Dimana nikmatnya kehidupan?? Dimana indahnya perjuangan menghadapi cobaan?? Dimana lezatnya tersungkur dalam sujud berbalut kesyukuran??
Ahh…,
Alangkah indah kerikil yang menghalangi jalan…
Alangkah manis kelelahan dalam perjuangan…
Alangkah lezatnya menjemput asa dalam kelelahan…
Jika kita meyakini bahwa semua yang tercipta bukanlah untuk sebuah kesia-siaan…….*
Pontianak,240209
After midnight…..
* dikutip dari bukunya Hendra Vijaay, tapi judulnya lupa…
BENCILAH SEKADARNYA, CINTAILAH SEPERLUNYA
Benci dan cinta adalah dua hal yang berlawanan, namun kadang dua hal ini bisa saja saling bertukar posisi. Tergantung kondisi yang mempengaruhinya.
Benci yang berlebihan akan menimbulkan gelap mata. Sedang cinta yang berlebihanakan mengakibatkan kekecewaan. Karena itu, jika kita membenci sesuatu, jangan biarkan rasa benci itu menguasai hidup kita. Begitupun jika kita mencintai sesuatu, jangan biarkan sedikit saja kesalahan akan membuat kita membencinya. Karena cinta yang sesungguhnya, tak pernah menyimpan dendam dan selalu tulus memaafkan kesalahan sekalipun kesalahan itu terasa sangat besar dan menyakitkan.
Benci dan cinta bukanlah semata-mata kebebasan untuk memilih, namun mengandung konsekuensi yang mungkin akan segera menimpa kita. Kita tentu tidak ingin hati ini menjadi hitam legam lantaran benci dan cinta yang salah. Tapi, yang kita inginkan adalah kehidupan yang dihiasi oleh cinta dan benci yang memberi kebahagiaan dan rasa aman.
Oleh sebab itu, tatalah benci dan cinta, agar keduanya tidak membuat kita hancur dan binasa. Bencilah sesuatu yang harus dibenci dan cintailah sesuatu yang pantas dicintai...............................
By : Sulthan Hadi (Tarbawi, edisi 225, Rabiul Akhir 1431 H/ April 2010)
Benci yang berlebihan akan menimbulkan gelap mata. Sedang cinta yang berlebihanakan mengakibatkan kekecewaan. Karena itu, jika kita membenci sesuatu, jangan biarkan rasa benci itu menguasai hidup kita. Begitupun jika kita mencintai sesuatu, jangan biarkan sedikit saja kesalahan akan membuat kita membencinya. Karena cinta yang sesungguhnya, tak pernah menyimpan dendam dan selalu tulus memaafkan kesalahan sekalipun kesalahan itu terasa sangat besar dan menyakitkan.
Benci dan cinta bukanlah semata-mata kebebasan untuk memilih, namun mengandung konsekuensi yang mungkin akan segera menimpa kita. Kita tentu tidak ingin hati ini menjadi hitam legam lantaran benci dan cinta yang salah. Tapi, yang kita inginkan adalah kehidupan yang dihiasi oleh cinta dan benci yang memberi kebahagiaan dan rasa aman.
Oleh sebab itu, tatalah benci dan cinta, agar keduanya tidak membuat kita hancur dan binasa. Bencilah sesuatu yang harus dibenci dan cintailah sesuatu yang pantas dicintai...............................
By : Sulthan Hadi (Tarbawi, edisi 225, Rabiul Akhir 1431 H/ April 2010)
Senin, Mei 03, 2010
WALAU TERTATIH
Saat kutengadah digelap malam
Aku mememukan kita
disana……..
Mencoba bekerlip dalam gugusan yang rapi
Walau kusadar
Kita tak secerah matahari
Ketika aku melewati sabana luas
Lagi – lagi aku menemukan kita
disana……….
Terseok………
Bergoyang terhembus angin
Namun, tetap mencari pegangan tuk berdiri
Kau…….
Aku…….
Kita…….
Adalah sekelompok anak manusia
yang ingin tetap berada dalam barisan-Nya
Tak ingin pergi………
Walau tertatih……….
Letih………………….
Aku mememukan kita
disana……..
Mencoba bekerlip dalam gugusan yang rapi
Walau kusadar
Kita tak secerah matahari
Ketika aku melewati sabana luas
Lagi – lagi aku menemukan kita
disana……….
Terseok………
Bergoyang terhembus angin
Namun, tetap mencari pegangan tuk berdiri
Kau…….
Aku…….
Kita…….
Adalah sekelompok anak manusia
yang ingin tetap berada dalam barisan-Nya
Tak ingin pergi………
Walau tertatih……….
Letih………………….
Minggu, Mei 02, 2010
JABIR IBNU HAYYAN
Abu Musa Jabir bin Hayyan, atau dikenal dengan nama Geber di dunia Barat, diperkirakan lahir di Kuffah, Irak pada tahun 750 dan wafat pada tahun 803. Kontribusi terbesar Jabir adalah dalam bidang kimia. Keahliannya ini didapatnya dengan ia berguru pada Barmaki Vizier, di masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad. Ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap.
Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.
Karya Jabir antara lain:
* Kitab Al-Kimya (diterjemahkan ke Inggris menjadi The Book of the Composition of Alchemy)
* Kitab Al-Sab'een
* Kitab Al Rahmah
* Al Tajmi
* Al Zilaq al Sharqi
* Book of The Kingdom
* Book of Eastern Mercury
* Book of Balance.
Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.
Karya Jabir antara lain:
* Kitab Al-Kimya (diterjemahkan ke Inggris menjadi The Book of the Composition of Alchemy)
* Kitab Al-Sab'een
* Kitab Al Rahmah
* Al Tajmi
* Al Zilaq al Sharqi
* Book of The Kingdom
* Book of Eastern Mercury
* Book of Balance.
CONFESSION OF MY BROKEN HEART (part 2)
Kehampaan ini terasa begitu menyiksa
Kekosongan ini terasa begitu nyata
Kesendirian ini menggores luka
Pedih...
Perih...
Kekosongan ini terasa begitu nyata
Kesendirian ini menggores luka
Pedih...
Perih...
Sabtu, Mei 01, 2010
Delapan kebohongan ibu
Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu seringmemberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar" --------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan anaknya.
Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata:
"Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" --------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.
" Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" --------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergiujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yangtegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku.Teh yang begitu kental tidak
dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :
"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harusmembiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpapenderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihatkehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untukmenikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata:
"Saya tidak butuh cinta" --------- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah danbekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untukmemenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu,tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirimbalik uang tersebut. Ibu berkata :
"Saya punya duit" --------- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudianmemperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkatsebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu.Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku
"Aku tidak terbiasa" --------- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkenapenyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatansangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebardi wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya.Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambilberlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisiseperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :
"jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan" --------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
---ooOOOoo---
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu, dan terimakasih ayah ! " Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untukberbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" dikemudian hari.
Sumber: Argatikel.blogspot.com
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu seringmemberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar" --------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan anaknya.
Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata:
"Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" --------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.
" Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" --------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergiujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yangtegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku.Teh yang begitu kental tidak
dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :
"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harusmembiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpapenderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihatkehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untukmenikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata:
"Saya tidak butuh cinta" --------- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah danbekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untukmemenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu,tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirimbalik uang tersebut. Ibu berkata :
"Saya punya duit" --------- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudianmemperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkatsebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu.Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku
"Aku tidak terbiasa" --------- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkenapenyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatansangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebardi wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya.Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambilberlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisiseperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :
"jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan" --------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
---ooOOOoo---
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu, dan terimakasih ayah ! " Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untukberbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" dikemudian hari.
Sumber: Argatikel.blogspot.com
Cabay (Catatan cintA paling leBAY)
Dear Kolia,
Ku tulis ungkapan hati ini disuatu tempat yang indah, negeri yang damai diatas AWAN, Ketika aku tak mampu menghilangkan engkau dari pikiranku.
Kolia,
Tak terperikan indahnya perasaanku, pada saat aku mengetahui bahwa kau menerima kehadiranku.
Berulang-ulang aku membaca suratmu, hingga aku telah hafal isinya diluar kepala.
KoliaQ sayang,
Tak dapat aku menguraikan perasaanku saat ini. Batapa gembiranya aku begitu mengetahui bahwa engkau telah terdispersi kedalam dasar hatiku. Mengkristal dalam kisi hati, namun enggan berdifusi.
Oh, kolia
Aku berharap selamanya engkau berada disana. Dan kita tak terpisahkan meski berdiam diri dalam waktu yang relatif lama.
Kolia,
Tahukah engkau ketika kita pertama kali dipertemukan mereka dalam sebuah gelas bening, engkau terlihat menawan dengan senyum mengembang dipermukaan bibir cairmu. Dan sudut mata cairku terus mengawasimu, seksama. Teremulsinya kita membuatku yakin bahwa kaulah yang paling tepat bedampingan denganku.
Partikel-partikel cintaku bertumbukan dengan partikel-partikel cintamu dalam satu lintasan lurus dan gerak acak. Hingga kita saling menstabilkan dan membuat gravitasi menjadi tak berarti.
Ahh,,, ternyata Brown memperhatikan kita dan membuatmu malu. Tapi, tenanglah Kolia, Brown takkan pernah mengusik ketenangan kita berdua. Dan aku akan pastikan itu!!!!!
Kolia sayang,
Baru kusadari ternyata kehidupan cinta kita begitu menarik perhatian mereka. Tyndallpun tak mau ketinggalan, dengan penuh kasih ia melewatkan berkas cahaya cinta yang tepat merasuk kedalam liang jantungku. Terhambur oleh partikel cinta kita sehingga cahaya tersebut terlihat oleh mereka. Tidakkah engkau bersyukur dengan perhatian mereka wahai KoliaQ????
SayangQ,
Hingga saat ini tak terhitung banyaknya muatan rindu yang teradsorpsi di permukaan partikel cintaku. Entahlah. Mungkin, karena tegangan dipermukaan hatiku begitu tinggi, sehingga muatan-muatan rindu itu cenderung bertahan diatas permukaannya.
Kolia,
Tak kan pernah habis kata-kataku untuk mengungkapkan rasa ini. Tapi, aku menyimpannya di dasar hatiku sambil menantikan pertemuan denganmu.
Teriring salam Rindu terhangat,
KOLOIDO VAN WATERY
Ku tulis ungkapan hati ini disuatu tempat yang indah, negeri yang damai diatas AWAN, Ketika aku tak mampu menghilangkan engkau dari pikiranku.
Kolia,
Tak terperikan indahnya perasaanku, pada saat aku mengetahui bahwa kau menerima kehadiranku.
Berulang-ulang aku membaca suratmu, hingga aku telah hafal isinya diluar kepala.
KoliaQ sayang,
Tak dapat aku menguraikan perasaanku saat ini. Batapa gembiranya aku begitu mengetahui bahwa engkau telah terdispersi kedalam dasar hatiku. Mengkristal dalam kisi hati, namun enggan berdifusi.
Oh, kolia
Aku berharap selamanya engkau berada disana. Dan kita tak terpisahkan meski berdiam diri dalam waktu yang relatif lama.
Kolia,
Tahukah engkau ketika kita pertama kali dipertemukan mereka dalam sebuah gelas bening, engkau terlihat menawan dengan senyum mengembang dipermukaan bibir cairmu. Dan sudut mata cairku terus mengawasimu, seksama. Teremulsinya kita membuatku yakin bahwa kaulah yang paling tepat bedampingan denganku.
Partikel-partikel cintaku bertumbukan dengan partikel-partikel cintamu dalam satu lintasan lurus dan gerak acak. Hingga kita saling menstabilkan dan membuat gravitasi menjadi tak berarti.
Ahh,,, ternyata Brown memperhatikan kita dan membuatmu malu. Tapi, tenanglah Kolia, Brown takkan pernah mengusik ketenangan kita berdua. Dan aku akan pastikan itu!!!!!
Kolia sayang,
Baru kusadari ternyata kehidupan cinta kita begitu menarik perhatian mereka. Tyndallpun tak mau ketinggalan, dengan penuh kasih ia melewatkan berkas cahaya cinta yang tepat merasuk kedalam liang jantungku. Terhambur oleh partikel cinta kita sehingga cahaya tersebut terlihat oleh mereka. Tidakkah engkau bersyukur dengan perhatian mereka wahai KoliaQ????
SayangQ,
Hingga saat ini tak terhitung banyaknya muatan rindu yang teradsorpsi di permukaan partikel cintaku. Entahlah. Mungkin, karena tegangan dipermukaan hatiku begitu tinggi, sehingga muatan-muatan rindu itu cenderung bertahan diatas permukaannya.
Kolia,
Tak kan pernah habis kata-kataku untuk mengungkapkan rasa ini. Tapi, aku menyimpannya di dasar hatiku sambil menantikan pertemuan denganmu.
Teriring salam Rindu terhangat,
KOLOIDO VAN WATERY
Langganan:
Komentar (Atom)