Dia kembali menggoreskan luka tak terperi
Menghujam belati
Basahi nadi
Perih menggeliat
Memantul cermin perak mengilat
Bersenyawa dengan gumpalan caci
endapan benci
dan karat emosi
Aahhh
ku terluka lagi
Membusuk
dan berdarah tiada henti.........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar