Dear Kolia,
Ku tulis ungkapan hati ini disuatu tempat yang indah, negeri yang damai diatas AWAN, Ketika aku tak mampu menghilangkan engkau dari pikiranku.
Kolia,
Tak terperikan indahnya perasaanku, pada saat aku mengetahui bahwa kau menerima kehadiranku.
Berulang-ulang aku membaca suratmu, hingga aku telah hafal isinya diluar kepala.
KoliaQ sayang,
Tak dapat aku menguraikan perasaanku saat ini. Batapa gembiranya aku begitu mengetahui bahwa engkau telah terdispersi kedalam dasar hatiku. Mengkristal dalam kisi hati, namun enggan berdifusi.
Oh, kolia
Aku berharap selamanya engkau berada disana. Dan kita tak terpisahkan meski berdiam diri dalam waktu yang relatif lama.
Kolia,
Tahukah engkau ketika kita pertama kali dipertemukan mereka dalam sebuah gelas bening, engkau terlihat menawan dengan senyum mengembang dipermukaan bibir cairmu. Dan sudut mata cairku terus mengawasimu, seksama. Teremulsinya kita membuatku yakin bahwa kaulah yang paling tepat bedampingan denganku.
Partikel-partikel cintaku bertumbukan dengan partikel-partikel cintamu dalam satu lintasan lurus dan gerak acak. Hingga kita saling menstabilkan dan membuat gravitasi menjadi tak berarti.
Ahh,,, ternyata Brown memperhatikan kita dan membuatmu malu. Tapi, tenanglah Kolia, Brown takkan pernah mengusik ketenangan kita berdua. Dan aku akan pastikan itu!!!!!
Kolia sayang,
Baru kusadari ternyata kehidupan cinta kita begitu menarik perhatian mereka. Tyndallpun tak mau ketinggalan, dengan penuh kasih ia melewatkan berkas cahaya cinta yang tepat merasuk kedalam liang jantungku. Terhambur oleh partikel cinta kita sehingga cahaya tersebut terlihat oleh mereka. Tidakkah engkau bersyukur dengan perhatian mereka wahai KoliaQ????
SayangQ,
Hingga saat ini tak terhitung banyaknya muatan rindu yang teradsorpsi di permukaan partikel cintaku. Entahlah. Mungkin, karena tegangan dipermukaan hatiku begitu tinggi, sehingga muatan-muatan rindu itu cenderung bertahan diatas permukaannya.
Kolia,
Tak kan pernah habis kata-kataku untuk mengungkapkan rasa ini. Tapi, aku menyimpannya di dasar hatiku sambil menantikan pertemuan denganmu.
Teriring salam Rindu terhangat,
KOLOIDO VAN WATERY

Tidak ada komentar:
Posting Komentar