Aku melihat ke arah Nash dengan pandangan heran. Hatiku setengah tak menyangka bahwa ia mau menyempatkan diri menjemputku sepulang dari kelas tahsin sore ini. Berdua, kami menyusuri jalan setapak yang menghubungkan tempat belajarku dengan taman kenangan. Taman bunga yang indah tempat nongkrong favorit kami sewaktu kecil dulu.
“Aku perlu bantuanmu,” ujarnya mengawali percakapan saat kami hanya berpandang-pandangan dalam diam.
Aku merasa tak perlu menjawab, karena aku tak pernah bisa menolak permintaannya. “Key.”
Aku mengangkat kepala, “Kamu perlu bantuan apa?” tanyaku heran pada Nash, Mrs. Perfecto yang selalu merasa tak pernah memerlukan bantuan orang lain.
Ia terdiam sejenak. Meremas-remas jemarinya yang lentik sambil memandangku gelisah.
“Aku ingin kau menikah dengan Firaz.”
Aku terbelalak. Terlalu keget untuk meyadari bahwa kata-kata itu keluar dari bibir mungil milik Nasha.
Nash yang tak pernah rela jika mainannya kupinjam, Nash yang selalu berang jika ia tahu aku menggunakan barang miliknya, sekarang justru memintaku untuk menikah dengan Firaz. Ia pasti sudah gila.
“Jangan gila kamu Nash!” seruku setengah melotot.
“Aku memang hampir gila Key,” suaranya terdengar serak.
Aku diam menanti penjelasannya.
“Aku tak bisa punya anak. Aku mandul Key. Tapi Firaz menginginkan seorang anak,” wajahnya menegang sesaat.
“Lalu kenapa harus aku, Nash?”
“Aku tak punya pilihan Key. Daripada aku membagi Firaz dengan perempuan lain. Aku lebih rela jika harus membagi suamiku dengan kamu.”
Aku tertawa getir.
Memintaku menikah dengan Firaz setelah...
Oh tidak, terima kasih.
Tolong aku Key,” ia memohon.
“Aku perlu jawabanmu sekarang.”
Aku terdiam beberapa saat seraya berpikir. Lalu dengan mantap menggelengkan kepala.
“Bukankah kamu mencintainya Key?” ia bertanya penuh selidik.
“Aku memang pernah mencintainya. Tapi itu dulu, sebelum ia menikah denganmu.”
“Lalu kenapa sekarang kamu menolak?”
“Karena aku belum gila untuk menikah dengan saudara iparku sendiri!” seruku geram dengan suara meniggi.
Ia tergugu, “Maafkan aku Key. Aku telah merebutnya dari kamu.”
Aku menggeleng.
“Kamu tidak merebutnya. Dia yang memilihmu,” ujarku penuh luka.
Terbayang dimataku saat Firaz tak pernah melayangkan kontrak ta’arufnya kepadaku. Tapi justru kepada Nasha. Saudara kembarku.
Hhhh....
Semua masih terlalu pahit untuk dikenang. Bagaimana meriahnya perhelatan pernikahan mereka digelar. Bagaimana terharunya aku ketika mahar berupa Surah Ar Rahman itu mengalir syahdu dari mulut Firaz. Sahabatku yang diam-diam aku cintai.
Tapi semua itu untuk Nasha. Bukan untukku.
“Maafkan aku Nash. Untuk kali ini, aku tak bisa membantu.”
Ia terkejut mendengar penolakanku.
“Aku pernah terluka Nash. Rasanya terlalu sakit.”
“Aku tak ingin kau merasakan kesakitan yang sama,” ucapku pelan, berharap ia mengerti.
------------------------------------------------------------------------------------
Lomba FF 400 kata bertema POLIGAMI (deadline 20 mei)
oleh Lily Husain pada 07 April 2011 jam 20:18
Dikutip dari http://www.facebook.com/notes/ratna-dwi-kumala-sari/lomba-ff-400-kata-bertema-poligami-deadline-20-mei/10150256776564619
oleh Leyla Imtichanah pada 31 Maret 2011 jam 22:22
Dalam rangka syukuran kelahiran novel terbaru saya, meskipun hanya diterbitkan secara indie, saya mau berbagi kebahagiaan dengan rekan-rekan semua.
Ungkapkan perasaan teman-teman terhadap POLIGAMI, dengan menulis sebuah cerpen pendek atau Flash Fiction, sebanyak 400 kata, dengan judul. Misalnya, suami mengancam mau nikah lagi, atau sudah menikah lagi, atau dari sudut pandang istri pertama, istri kedua, istri ketiga, atau dari orang-orang terdekat yang melihat kehidupan poligami, dan seterusnya. Boleh pro, boleh kontra.
Persyaratan:
1. Jumlah kata harus tepat 400 dengan judul, tema Poligami.
2. Tulis di notes FB, dengan menyertakan info lomba ini dan info novel Hati Bidadari (sinopsis dan kaver).
3. Tag 25 temanmu, termasuk Leyla Imtichanah.
4. Kirim FF dan biodata penulis (nama, alamat, telepon, imel) ke: leyla.hana@yahoo.co.id.
Hadiah
3 Orang Pemenang akan mendapatkan Paket Buku dan Gratis Konsultasi Menulis Novel via imel selama sebulan
50 FF terbaik, insya Allah akan dibukukan.
Deadline, 20 Mei 2011
Alhamdulillah....
telah terbit novel terbaruku
HATI BIDADARI
Pernah dimuat secara bersambung di Majalah KARTIKA, tahun 2005
Tebal 112 Halaman
Kertas HVS 70gr
Ukuran 14 x 21 cm
Harga 40.000
Bagaimana rasanya dicintai oleh lelaki yang telah beristri dan memiliki dua orang anak?
Fairy menganggap Suryo sebagai bapaknya sendiri, tetapi Suryo menganggapnya sebagai wanita dewasa yang layak untuk dicintai.
Hati tak dapat dibohongi. Pesona Suryo membius Fairy, hingga melemparnya ke dalam jurang cinta yang dalam.
Fairy dan Suryo saling jatuh cinta.
Sanggupkah Fairy berbahagia di atas penderitaan istri dan anak-anak Suryo?
Ternyata, menjadi wanita kedua pun tidak mudah....
Bagi yang berminat, silakan sms ke no: 021 993 67 327, dengan Bang Anas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar