Untuk diri yang merasa tidak puas,
Allah menguji setiap hamba hingga titik terlemahnya yang paling dalam. Ketika kita melihat, merasa dan mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, memang terasa sakit. Menohok. Tapi, layakkah kita menggugat???
Coba tengok kembali usaha yang telah kita lakukan selama ini!
Sudahkah usaha itu maksimal???
Sudahkah usaha itu sesuai dengan jalan yang di ridhoi-Nya???
Jika iya, maka itu adalah satu ujian yang dimaksudkan untuk menempa kita sebagai pribadi yang ikhlas. Ikhlas dengan ketetapan yang telah ditentukan-Nya.
Namun, jika tidak. Maka itu adalah suatu teguran yang menunjukkan betapa Allah sangat menyayangi kita.
Kepada diri yang merasa tidak puas,
Sungguh, Allah tidak akan memberikan cobaan yang kita tidak mampu menanggunggnya. Lalu, layakkah kita menggerutu???
Terlalu naif rasanya jika kita hanya duduk diam, menangis, dan menggerutu sambil merenungi nasib. Sebab, kehidupan tidak terhenti sampai di sini. Perjuangan kita akan terus berlanjut dengan medan yang semakin berat. Hari-hari kita akan dilalui dengan peperangan yang lebih dahsyat. Maka, layakkah kita menangis dalam keputusasaan???
Wahai diri yang merasa tidak puas,
Seseorang yang siap untuk sukses, juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kegagalan. Bukan pesimis. Tapi, berdamai dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan takut gagal. Karena sesungguhnya, kegagalan itu adalah wajah sukses yang sedang cemberut. Dan keberanian kita untuk menghargai diri sendiri serta usaha terbaik yang kita lakukan, adalah awal dari kebahagiaan.
Berusahalah, karena usaha yang kita lakukan akan berbanding lurus dengan hasil yang kita peroleh.
Bilik rindu, Juni 2011
23:14 WIB


Tidak ada komentar:
Posting Komentar