aku mengeja purnama biru dalam untaian namamu
huruf-huruf menjerit gelisah
sayap-sayap langit nyaris berlalu dalam resah
namun dirimu masih enggan serukan namaku
aku mengeja mentari senja dalam untaian rindumu
kata-kata berlompatan gulung menggulung
memaksa senja berbelok menikung
namun rindumu masih enggan memeluk rinduku
aku mengeja pelangi jingga dalam hatimu
kalimat berhamburan menyemburat makna
melengkungkan warna serimbun pesona
namun hatimu masih enggan membiaskan hatiku
tapi aku takkan pernah berhenti mengejamu
walau langit membisu
walau senja habis digulung waktu
Bilik rindu, 28 Juni 2011
21:52 WIB


Tidak ada komentar:
Posting Komentar